Cari Blog Ini

Rabu, 22 Desember 2010

sedalam apa yang aQ rasakan

* Tersalahkahku setiap kali terucap kata sayang

Terbebaniku saat coba lupakan sejakku mulai kenal rasa

Sampai…………

Waktu, kucoba tuk lepas rasa

Hingga menepuk siksa batin

Karena sulitan melepas segala rindu

Serta rasa ingin bersama

* Kata tak lagi indah

Sirna seiring masa

Tertulis bait tak bermakna

Karena hambar rasa sukma

Bukan ingin isi dihati

Jadikan semua tak berarti

Inilah aku sebenarnya rendah nan hina

Tak berguna karena hanya manusia

* Bimbang tuk ucap rasa

Terlalu indah raga itu

Hasilkan perih aku

Merobek hati yang tak berdaya

Datang bawa harapan

Untuk segundah keinginan

Penantian kurcaci tuk dapat cita

Lainnya semu

Terlalu indah tuk di lupa

Hanya terdengar suara raga

Terjatuh aku dalam asmara

Seribu rintang tuk gapai

Sambut malam kala pagi datang menjelang

Kejar tangan raih awan

Terlalu jauh bintang bersinar

Mimpi lewatkanku tempatmu

Bawakan segundah pesona Tulus relung hati

Tunjukkan tulus jiwa

Indah terdengar alunan nada bait sempurna

Yang takkan terbelah walaupun terbangun mimpi

Menggores………dan lalu hilang

Mengertilah kau ketika aku sendiri

Mengertipula, ketika aku sepi

Hingga kau buatku tersenyum

Sejakku mngenalmu

Dan memaknai hadirmu

Sebagai keajaiban

Sampai waktu jadikanmu asing

Yang kini malas mengertikanku

Atau,tlah bosan….

Tuk menjadi teman dalam penatku

Yang aku hanya bisa

Mengharapmu kembali lagi

Seperti kau yang dulu

Malam ini ku mengukir namamu di hatiku, ku tuliskan dengan indah namamu
ku ukir pelahan-lahan , hingga terdalam
ku tuliskan di tepi namamu, ribuan syair hanya untukmu
dan di hati ku ini, hanya terukir namamu
jika engkau membelah hatiku, nisca kau temukan namamu di dalamnya
kau temukan lukisan wajahmu di hatiku, takkan pernah ada yang lain

* Karena dirimu…
Yang membuat diriku bangga
Yang membuat diriku bahagia
Yang membuat diriku lebih berharga
Karena dirimu…
Yang membuat aku sadar akan diriku
Yang membuat aku sadar akan kelebihanku
Yang membuat aku sadar akan kekuranganku
Karena dirimu…
Yang membuat aku menjauhimu
Yang membuat aku meninggalkanmu
Yang membuat aku melupakanmu
Yang Membuat aku benar-benar kehilanganmu
Tapi karena dirimu…
Aku akan selalu menjagamu
Aku akan selalu melindungimu
Aku akan selalu Menyayangimu
Aku akan selalu Mencintaimu

* Keheningan malam ku bersenandung,
Kuhanyutkan asa dijiwaku dengan lirih suara hati.
Cinta… andai semua itu sirna
sirnalah cahaya kehidupan.
Sayang… andai semua itu hilang,
Hilanglah harapan dan impian
tetaplah bersamaku temani hidupku
Dan aku kan setia mendampingimu
Mengiringi detak jantungku,
Ada namamu yang selalu terucap.
Sayang Hanya kata itu yang selalu melengkapi hembusan napasku.
Akankah kebersamaan ini tetap milik kita?
Aku tak ingin jauh darimu Aku tak ingin kehilanganmu
Ku akui rasa ini slalu menghujaniku
Entah sejak kapan. Bermula,
tengah-tengah, ujungnya masih samar
ku akan terbuka pada jawaban saat ini
“tak tau” ragu menjemput diri.
Namun sejujurnya ku sangat menyayangimu.
Aku manusia yang ingin merubah jalan hidupku,
tapi kenapa jalan itu terasa berat untuk kujalani,
katakan padaku apa yang harus ku lakukan?
Beribu tantangan menghadang amarahku
Mencemooh dan dicemooh sang insan lain
Usaha untuk memperbaiki Akan aku arungi.
Doapun selalu kupanjatkan setiap kali.
Pendengar setia tlah hilang diterkamnya.
Mangsa tlah mengerogoti hawa buruknya.
Tertawa tuk melupakan sebuah masalah.
Menghilangkan lebur-lebur noda dalam diri.
Tersadar oleh ketidak puasan,
harga diri serentak berontak menghadangnya,
Tak peduli kesan jelek, aku bosan!
Menuai salahku mengadu padanya dalam diam.

Ya Rabbi…
Hidup memang begitu indahnya
Penuh dengan warna-warni
Keindahan, Kebahagian, kepedihan dan kekecewaan
Tapi kenapa warna kepedihan yang selalu menyertaiku
Kadang warna keindahan dapat aku rasakan namun hanya sesaat
Bagaikan pelangi yang muncul dan perlahan menghilang.
Ya Rabbi…
aku pasrah pada-Mu
Jika memang ini sudah takdirku
Aku mohon kuatkanlah hatiku
Dari segala warna kehidupan
Yang kau berikan padaku
Sifat Manusia terkadang sulit diterka
Namun tolong sadarkanlah
Sahabat, teman, kekasih yang berada disekitarku
Dan jauhkanlah diriku dari segala tekanan
Orang-orang yang menikmati warna kehidupan-Mu.
Ya Rabbi…
Aku mohon dengarkanlah hambamu ini
Aku sadar selama ini aku telah jauh dari-Mu
Tapi aku tak kuasa dengan warna kehidupan-Mu
Yang kau berikan saat ini
ya Rabbi…
Aku hanya bisa memohon dan memohon pada-Mu
Karena diri-Mu lah yang dapat menolong ku
Aku sadar semua warna kehidupan yang aku jalani
Semuanya akan berpulang pada-Mu termasuk diriku.

* Telah lelahkah dirimu

Menjadikanku sebagai bagian waktumu

Atau, tlah bosan dan lelah

Menjadi nahkoda di pelabuhanku

Yang kini tak mengenakkan hati

Seluruh tingkah dan langkahmu

Melalui bait puisi

Kau tunjukkan

Lewat raut wajahmu pula

Kau perlihatkan

Semua keenggananmu

Tuk jadi kamu yang dulu

Tapi…..

Bila semua baik bagimu

Aku hanya bias berharap

Semua kan baik kembali

* Aku termenung menatap atap langit rumahku
Kali ini aku mulai merasakan lagi kesunyian
Yang Menyelimuti Jiwa dan Hatiku
Perlahan jiwa dan hatiku terasa rapuh
Bagaikan sebuah es yang disinari matahari
dan perlahan-lahan mencair
Untuk Kedua Kalinya dalam hidupku
Aku merasakan Kehancuran
Bagaikan dihantam sebuah pukulan yang sangat keras
Sehingga aku tak berdaya dan Kuasa tuk menahannya
Kini kumerasakan kesendirian
Sahabat hanya diriku sendiri
Ingin rasanya aku berteriak bebas dan lepas
Bagaikan burung yang lepas dari sangkarnya
Hilang sudah semua harapan tanpa bekas
Hanya kenangan dan kekecewaan yang masih tertinggal
Aku hanya bisa pasrah menerima apa yang telah terjadi
Bagaikan manusia bodoh yang dipermainkan berkali-kali
Aku memang bukan yang terbaik,
Tapi aku bisa memberikan yang lebih baik.
Torehan untuk : Cinta, Sahabat dan Musuh

Cuaca Mendung Di Sore Hari
Aku Tetap Termenung
Tidak Seperti Kemarin Meskipun Mendung
Aku Tetap Menemukan Suatu Kebahagian
Langit mulai hitam kelam
Dan Rintik hujan mulai turun
Sejenak ku tergugah
Dengan suara kecil yang berbunyi dari handphoneku
Yang Menyuruh aku tuk mengangkatkan kaki dari rumahku
Hujan semakin deras
Aku tetap melangkahkan kakiku
Dengan harapan ada sesuatu yang bisa aku dapatkan
Suasana dingin dan basah menyelimutiku
Diikuti kenangan pahit yang terlupakan
Tapi hati ini tetap ingin mengatakan.
Sesuatu Yang dulu hampir hilang dari pikiranku
Sunyi senyap membuat suasana semakin akrab
Diikuti canda tawa antara aku dan dia
Detik demi detik terus berlalu
Kata demi kata terungkap dari mulutku
Kata hati yang tak bisa dibohongi
Yang hampir hilang dari pikiranku

* Saat-saat malam terindah
udara disekitarku nampak memberikan kesegaran
Bintang dilangit tampak indah dan terang memancarkan cahayanya
Aku berpikir apakah ini suatu pertanda baik bagiku?
Aku mulai berpikir
Apakah ini sudah saatnya
Untuk Mengungkapkan segala keresahan hati selama ini?
Apakah ini sudah saatnya
Untuk menemukan alasan dibalik keresahan hati selama ini?
Pagi yang cerah dan indah,
Ku lihat bunga di halaman mekar mewangi
Apakah ini merupakan suatu pertanda lagi bagiku?
Saat itu aku mulai melangkahkan kakiku
Mungkin ini adalah pertanda baik bagiku
Aku sudah tidak berpikir panjang lagi
Untuk mengungkapkan segala keresahan hati selama ini.
Ku Ungkapkan segala keresahan hati
Disaat aku mulai merasakan
Pertanda baik bagiku yang akan menjawab segala keresahan hati
Siang yang cerah, langit tampak kelihatan biru
Akhirnya kutemukan segala keresahan hati
yang selama ini belum terjawab.
Dan disaat itu pula semua keresahan hati mulai terjawab
Akhirnya aku temukan jawaban dari keresahan hati
Yang merupakan bagian yang hilang dari hatiku selama ini.
Cinta yang dapat menbangkitkan seluruh sel ditubuhku
Untuk selalu bangkit dan berjuang dalam mengarungi
Kehidupan ini baik suka maupun duka.
Malam kembali datang,
Kulihat bintang dilangit tampak terang seperti hari kemarin
Saat itu aku mulai berharap
Cinta yang tlah kutemukan
Merupakan Cinta Terakhir, yang tak pernah pupus oleh ruang dan waktu.


* Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amin !


* Jangan Kau Melihat Wajah Karena Bisa Menipu
Jangan Pula Kau Melihat Harta Karena Bisa Hilang
Datanglah Kepada Orang Yang Bisa
Membuatmu Tersenyum,
Membuatmu Selalu Tertawa,
Dan Membuatmu Merasa Dia akan selalu disampingmu,
Melindungimu dan Menyayangimu.

Jangan Kau Sia-siakan hidup untuk hari ini,
Hidup ini Terlampau Singkat
Bila dilewatkan Bersama Pilihan Yang Salah

* cinta bukan sesuatu yg patut untuk dibanggakn,
bukan sesuatu yg patut untuk dipamerkan,
bukan sesuatu yg patut untuk dibicarakan,
bukan untuk dicaci,dihina,diludahi………..
juga bukan untuk disanjung,dipuja,diagungkn……
cinta ya cinta………….
bukan tuhan,bukan malaikat,bukan iblis,bukan bidadari….
cinta adalah suatu kehidupan yg perlu dijalani…
ntah itu menyakitakan ato menyenangkan…..
smua itu takdir yg udah diberikn ke km…..
apa km bisa mengubah takdir dr tuhan??????????
cinta itu hidup ditiap ht manusia,,,,,
laksana burung merpati yg terbang n singgah diranting ht yg dia mau……sesukanya……..
manusia yg tak memiliki cinta adlh manusia yg munafik…
N bila terciptanya cinta hanya untuk melukai hati manusia maka apakah kau tak percaya akan kuasa tuhan????????
ada hikmah dibalik perkara,ada kesedihan dibalik senyuman,ada keharuan dibalik tangisan,dan ada cinta dibalik hati seorang manusia .jangan lupakan kata-kata itu!

* Hilang semuanya
enggan tuk berkata
jujur jua tak makna
hempas sisi berkata
Meski tak dapat hati
berontak tuk fikir
senyap hati tak terdiri
hanya sesal tercekik
Hening rusak raga
tusuk relungku
hujam tak makna
hidup tak beradu
Pertamaku
sinar tak jatuh
sorot luka hatiku
tak pernah utuh
Hatiku
terlalu teradu
disudut hatimu
buat lara sumsumku
Ragaku tolak takdir
brontak diri
lari tuk pergi
hilang semua kumiliki
Hanya ada sisa
secuil cinta tak berada
di irisan hatinya
buat aku bahagia

* aku terluka
tapi bukan karenamu
karena ketololanku
menggangapmu angkuh
yang sebenarnya….
aku tak tahu sama sekali
seiring waktu yang terhampar
keinginan tuk dekat denganmu
perlahan terkubur dalam
meskipun bukan keinginan dari hatiku
namun ke-aku-an ku yang membuat semua ini terjadi
mungkin dulu aku terlalu yakin dengan keadaan


* Tak sanggup melupakanmu
kekasih, aku katakan aku tak sanggup...
ketika memaksakan untuk melupakanmu

kekasih, aku katakan aku tak sanggup
ketika pikiranku memaksaku untuk membunuh bayanganmu

kekasih, aku katakan padamu..
Aku tak sanggup melepaskan kenangan yang telah terjadi saat itu

walau hingga saat ini aku tak pernah dapat menyentuhmu, atau merasakan jemari-jemari mungilmu atau menyentuh dinding wajahmu..
Walau hingga saat ini aku tak pernah dapat lagi bertemu denganmu...
walau hingga saat ini aku tak pernah dapat lagi mendengarkan suaramu..

Kekasih ketahulah satu hal..
Aku takkan pernah dapat melupakanmu..

* Adakah diriku di hatimu?
Sekian lama waktu masih memisahkan kita..
Karena ia seakan akan telah pergi ketika selangkah ku jejaki
memang ini semua telah terjadi..
Sekian lama waktu masih memisahkan kita
dan adakah waktu masih membuat dirimu mengingatkan hatimu padaku?
Kekasihku, dimanapun kau berada dan apapun aku bagimu
namun untukku enkau adalah kekasihku yang takkan pernah hilang..

Kekasihku, maafkan aku yang telah menyakiti perasaanmu dahulu..
Kan ku kejar dirimu hingga waktu akan memutihkan rambutku, melemahkan tubuhku namun hatiku takkan pernah rela untuk melepaskan namamu ...
kekasihku...
Aku masih teramat mencintaimu...

* aku adalah masalalu
sebuah kepahitan yang terlahir dari sebuah cinta
aku adalah kesengsaraan
penderitaan yang hidup dalam jiwa yang hitam
ia adalah sebuah cinta yang terlupakan
dan aku adalah sebuah kesenangan yang tertinggalkan
cinta telah mengubah jalan hidupku menjadi sebuah perjalanan panjang
dan ia telah merubah kebahagiaanku menjadi sebuah penderitaan
usai sudah semua kenangan itu, aku bahagia dapat melepaskanmu
usai sudah semua dustamu, karna waktu telah mengatakan padaku tentang dustamu
dan usai sudah semua cinta yang menyakitkan ini
aku lelah berada dalam dustamu, aku senang berada dalam kesendirianku
aku bahagia dengan kesepianku. Menikmati kesendirianku lagi menemaniku..


* Sungguh kusesali
nyata cintamu kasih
tak seperti terbaca hatiku
malah terabai olehku

Lelah ku sembunyi
tutupi maksud hati
yang justru hidup karenamu
dan bisa mati tanpamu

Andai saja aku masih punya kesempatan kedua
pasti Akan kuhapuskan lukamu
menjagamu, memberimu segenap cinta

Kusadari tak selayaknya
selalu penuh kecewa
Kau lebih pantas bahagia
bahagia karena cintaku

Andai saja aku masih punya kesempatan kedua
pasti Akan kuhapuskan lukamu
menjagamu, memberimu
segenap cinta

Kau bawa bersamamu
sebelah hatiku
separuh jiwaku
yang mampu sempurnakan aku

Andai saja aku masih punya
kesempatan kedua
pasti Akan kuhapuskan lukamu
memberimu segenap cinta

Pasti Akan kuhapuskan lukamu
menjagamu, memberimu
segenap cinta

* Jangan memuji kecantikan pelangi
Tapi pujilah Allah
Yang menciptakan Langit & Bumi

Jangan percaya
Denga kata-kata bijakku
Tapi percayalah Firman Allah yang Maha Benar

Jangan masukkan namaku di hatimu
Tapi masukkan Nama Allah
Hingga hatimu tenang

Jangan sedih jika cintamu di dustakan
Tapi sedihlah jika engkau dustakan Allah
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair
Tapi mintalah kepada Allah
yg memiliki cinta yg kekal dan sejati

Ya Allah yang Maha Rahman & Rahim
Jangan jadikan hatiku batu yg mengeras
Hingga lupa Akan rahmatMu

* aku adalah aku
bukan kau bukan juga mereka
hanya aku yg tau aku
bukan kau bukan juga mereka

Kalau kau mau tau aku
kau tak Akan tau aku
cukuplah kau tau dirimu
dan aku akan tau dirimu

Kalaupun kau mau tau aku
kuyakin kau tak mampu
bukan karena aku ragu
tapi aku hanya untuk tau kau

Untuk APA kau tau aku
aku hanya aku
kalaupun kau mau tau aku
tak Kan mampu……
gak Kan ada yg mampu

Kalau kau mampu bertahan denganku
barulah kau bisa mengenalku...
tp apakah ada

* Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap

Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba

* Aku lelah…
diriku pasrah…
telah lama ingin ku mendengar kata cinta dari mu
atau rangkaian kalimat cintaMU

Ketegaran hatiKU
telah sirna kini dari hidupku
jenuh aku menanti
kasih sayang darimu…

Namun nyatanya aku pun tak berarti
aku bagaikan patung yang di pajang di sudut Kota
menatap langit nan biru
berharap ada yang peduli
akan hadirKu disini


* Sudah…
sudah cukup…
penantianku sampai disini
ingin ku pergi saja dari hidup yang tersiksa,
ku tak sanggup tersakiti lebih dalam lagi……………

* Tiba-tiba aku ingat kamu
ingat pada lembutnya tatapanmu
pada sendunya senyummu
ingat pada merdunya suaramu saat itu

saat itu aku tengah memandangimu, seperti biasa
bibirmu masih merah
rambutmu masih hitam
tapi ada yang berbeda di sinar matamu

katamu kau bosan, dan minta aku melepaskanmu.
Bagaimana aku bisa, sedangkan aku tak pernah mengikatmu
katamu lagi kau lelah, berhentilah mengikuti...
kataku; aku tak mengikutimu. Aku terseret pesonamu

sekali lagi kau meminta maaf dan menangis dalam helaan nafas yang sama
helaan nafas yang menghentikan detak jantungku.

Katamu kamu harus pergi, dan kita akan berpisah
janjimu, kita tak akan pernah bertemu lagi.
Dan janjimu itu kau tepati.

Sayangnya kau lupa...
aromamu, senyummu, mesramu, manjamu, kenangannya masih tertinggal
menggangguku dari waktu ke waktu
mengiris-iris kewarasanku

harusnya kau tak meninggalkan kenangan
agar aku tak usah menderita
tertanam dalam belenggu ingatan padamu
agar aku tak usah menunggu
dan bisa meneruskan langkahku...

Kekasih…

Laksana cermin dalam resonansi jiwa

Yang menggetarkan palung hati hingga keraga

Dan menghantarkan kehangatan bara

dari bekunya hati sang kelana

Kekasih…

kesetiaan agung pada dera kerinduan

laksana pantai menanti ombak dalam pelukan

yang teredam pada dalamnya kebisuan

Kekasih…

seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup

pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup

mencumbui lautan sukma yang kuyup

dalam serenade desiran angin sayup

Kekasih…

karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu

meleburkan kebimbangan sang peragu

saat luka kuburkan semburat hasrat perindu

dari kelam kelabu cerita lalu

Kekasih…

butiran hujan yang jatuh selayak mutiara

terbungkus rapi dalam kado asa

untuk kau buka jika saatnya tiba

andai mampu kusibak jendela masa

Kekasih…

sanjung puji dalam serambi janji

terucap lugas pada paras sejati

demi ikrar atas cinta suci

rekatkan dua hati yang terpatri

Bilakah kerinduan yang merasuk

menjalar laksana virus yang mematikan setiap keresahan

Menumbuhkan titik titik cinta yang terbenam sejak lama

Tumbuh menerawang cahaya

Melihatmu,manatapmu,menjamah gulir air cinta

Yang bersemayam indah di antara 2 jiwa

Aku berdiri disini menatap derasnya alir cinta yang tercipta

Merangkai keindahan di antara pikir di balik gundah

Hey… bidadari yang tengah menerawang jauh

Mamandang waktu yang berpijak kata LOVE

Mancoba memeluk erat setiap bayangan

Akulah yang berdiri memandangmu jua

Berharap engkau melihatku berdiri tegak

Menopang ribuan cinta yang ku rangkai

Hanya untukmu

Semoga…itu untukmu…

sampai entah Tanganku kuat menopang nya…

Ataukah kau akan berdiri di sampingku mengangkat tinggi

Bersama rangkaian je suis tombe amoureux de toi

Sampai kita tak mampu lagi membuka mata

Lantunan kidung jiwa yang mengalun

Diantara hembusan hembusan nafas

Saat bibir terhenti sejenak untuk mengucap

Lonceng lonceng rindu bergema mencipta rangkaian nada

Untuk seberkas cinta yang terjalin sudah

Diantara senja

Rintihan malam membawa kedamaian hati

Saat dua hati melangkah mendekat manja

Mengikat cinta yang terdalam..

Rembulan tersenyum..

Bersama lesung pipit bintang

Memandang jauh dua insan

Laksana pijar bintang…

Cinta ini pun terangi jiwa yang gelap

Laksana panas api asmara…

Membakar bekunya darah yang menggumpal

Entah berapa lama

Menyejukkan hati bersama cinta yang kau hembuskan padaku sampai penghujung usia


Tolong obati sedihku

sedih yang tak terperikan

Aku tak perduli

meski dusta yang terucap

katakanlah walau hanya 1 kali saja;

Katakan kau inginkanku berbaring disisimu

walau kutahu kau telah serahkan ragamu padanya

katakan kau ingin kubelai hitam rambutmu

walau kau berhias hanya untuk dirinya

Dustamu adalah untaian mutiara

saat kau berkata

kasihmu hanya untukku

Biar kubawa kata kata itu

kata terakhirmu itu

tuk temani malamku yang tak akan pernah bersamamu lagi

Dan jangan bunuh aku

dengan kata…

kau tak pernah menyayangiku…

Engkau awan yang selalu berikan hitam dan putih jiwaku,

yang memancarkan aura cinta,

yang memanggilku untuk memberimu tulus cinta dari hatiku,

Bintang,

jagalah dirinya dari gelap malam,

saat kau kelipkan cahayamu,

berikanlah dia selalu mimpi indah tetang kita berdua,

Bulan,

teduhkan hati dan jiwanya di saat rindu datang diantara kita berdua,

wujudkanlah cinta yang tulus dan sejati antara diriku dan dirinya,

karena diriku

menyayanginya

mencintainya

dan

Selalu merindukanya….. ^-^

Dalam gelapnya malam tanpa bintang

ku terdiam mengenangmu

senyum yang dulu slalu mengisi hari - hari ku

kini tak lagi ku rasakan

canda yang mesra darimu

tak bisa lagi ku lihat

Kau yang dulu

pernah bermain indah dihatiku

kini sudak tak ada lagi..

Cinta…

kini ku hanya dapat berdoa

agar kau tenang didalam sana..

sungguh ku tak kan

bisa lagi merasakan kasih sepertimu

selamat jalan kasih terindahku….


Malam yang sunyi …

tanpa bintang - bintang yang biasa bersinar terang …

seperti hati ku yang kini sedang kelam …

di rundung mendung yang sangat tebal …

Wahai angin laut disana…

pahami jeritan hati ku yang sunyi …

tolonglah aku dari derita yang tak kunjung selesai ….

tariklah aku dari kelamku ….

Adakah seorang kekasih yang sunguh mencintaiku ….

bukan kekasih yang tinggalkan ku disaat kegundahan ….

adakah cinta yang abadi untuk ku …

bukan cinta yang selalu menghilang dalam suramnya hati …

Aku hanya ingin ketulusan …

aku hanya mendamba kebahagiaan dari cinta …

aku hanya berharap kesetiaan yang abadi …

datang pada ku hari ini, esok, dan seterusnya ….

Hembusan angin lirih menyapa

Ku coba merasakan

smilir kehadiran dirimu kasih

Sedingin udara di hujan terakhir

membuat diri ini

merindukan sosokmu

wahai bianglala ku..

Ku selalu akan berjanji

untuk terus menyayangimu

kan sellalu ku Kirim

sejuta puisi untukmu

Hanya untukmu..

Saat cinta menggugah rasa

asmara membara dalam jiwa

membakar hati yang sunyi..

kau hadir berikan warna

dalam kelam jiwa yang putus asa

bagaikan penyejuk di keringnya hati…

ku kejar coba tuk raih hatimu..

ingin ku miliki sepenuhnyaaaa

tapi satu salah ku

rasaku melewati anganku

tak sengaja kuteteskan noda

yang menghancurkan semua

membuat mu tenggelam dalam duka

yang seharusnya tak ada

maafkan keegoisanku

maafkan semua salahku’

maafkan hanya itu kata yang tersisaaa

ku harap dengan ini

kita mampu belajar

tuk perbaiki diri

dan menjadi lebih baik


Mengapa ku terbakar

saat kau tersenyum untuk yang lain

mengapa ku terhenyak

saat kau duduk di dekatku

mengapa ku marah

saat kau coba raih tanganku

mengapa ku menghindar

saat dirimu mendekat

apa yang salah

apa yang berbeda

aku tak mengerti

mengapa ini terjadi

aku tak tahu

kegalauan apa yang ada di hatiku

cinta kah?

atau justru benci?

jika cinta mengapa ku harus menghindarimu

jika benci

mengapa ku merindumu?

hati..

gak ada yang tahu

apa sebenarnya yang ia mau

jika pemiliknyapun tak mengerti

keterngan apa yg bisa dicari?


Ketika cinta itu tulus

meskipun kalah,

kamu tetap menang,

hanya karna kamu bahagia

dapat mencintai seseorang

melebihi kamu mencintai dirimu sendiri,

tapi, ada saatnya

kamu harus berhenti mencintainya,

bukan karna dia telah menyakitimu,

Tapi,

karena kamu menyadari

bahwa akan lebih bahagia,

jika kamu melepasnya……..

Andai mentari muncul

ku berjalan diatas batu

menempuh jalan berliku2

karena kurindu padamu..

Andai mentari bercahaya

ku merenung diatas batu

mengingat masa lalu

saat ku bersamamu…

Andai mentari menyinari bumi

lapar dahaga menjadi satu

tapi kutapikirkan itu

karena ku ingin bertemu dengan mu…

Andai mentari meninggalkan bumi

kumemohon seorang diri..

ya tuhan….

pertemukanlah aku dengan kekasihku…..

Tersalahkahku tiap kali terucap kata sayang

Terbebaniku saat coba lupakan sejakku mengenal rasa

Sampai...

Waktu, kucoba tuk lepas rasa

Hingga menepuk siksa batin

Karena sulitan melepas segala rindu

Serta rasa ingin bersama

Kata tak lagi indah

Sirna seiring masa

Tertulis bait tak bermakna

Karena hambar rasa sukma

Bukan ingin isi dihati

Jadikan semua tek berarti

Inilah aku sebenarnya

Rendah nan hina

Tak berguna karena hanya manusia

Wangi datang menghujam rasa

Lewati selaput dinding hati

Dengar nyanyian sejuta peri

Pujangga kini jatuh hati

Di langit tulus cintanya

Pada kasih ikrar tindakannya

Namun pujangga tak terlihat jua

Dia punya sahabat

Satu hati bingar pandang jagat

Satu sama rasa sukma

Pada bunga harum wanginya

Duduk bersama pujangga tak ada apanya

Sangat indah ketika kita berkhayal tentang sesuatu yang kan dapat diraih. Tapi itu hanya hayal. Hanya kan segera menjadi semu. Yang mungkin kan berakhir dengan sangat menyakitkan.

Seperti apa ketika kita dapat terbang. Mungkin sangat menyenangkan, namun....sayap takkan pernah kita punya. Walau hanya sekedar meminjam, takkan ada satupun sayap yang dapat membawa kita terbang. Hanya angan yang dapat membawa kita terbang. Ya...hanya angan yang akan terbang sendiri tanpa membawa serta kita.

Mimpi...mungkin kan dapat membawa kita terbang. Tapi...takkan sungguh-sungguh karena bila mata tlah terbuka semua akan hilang. Menghilang.... bersama angin pagi yang membelai

Bila mata berbinar melihat indahnya langit, akankah langit kan terus menyuguhkan indahnya tuk kita. Sementara kita tak pernah tau kan berubah warna dan membawa makna yang lain.

Ya...jika warna biru yang terlukiskan awan putih yang ada. Tapi, jika yang ada hanya warna hitam yang membawa kelam, maka hujan kan segera turun.

Hujan...

Kuingin kau datang mengguyur kekeringanku. Dan biarkan aku bermandikan dinginmu. Izinkan aku berteriak dalam derasnya pijakanmu di bumi.

Hujan...sapulah air mataku. Hingga tak lagi tersisa dikelopak mataku. Buatlah lautan air mataku kering. Hingga ku tak bisa menangis lagi.

Saat semuanya kan kuakhiri, semakin beratku dalam memilih. Mana yang masih layak tuk kukenag dan tuk kubuang. Kapan kesejatian kan muncul padaku, membawaku dalam ketenangan dan jauh dari ketentraman

Saat mata masih mampu tuk menatap indahnya kehidupan ini. Aku hanya mampu menjadikan semua tragedi dalam setiap pendakianku. Dalam langkah yang rapuh dan penuh kenaifan.

Kesendirian dalam kebisingan, masihkah aku mampu menjalani kesendirian ini, tanpa mau peduli siapapun. Tapi aku bukan seperti itu. Aku adalah kelabu yan takkan membuat kebisuan. Dan aku kan menjadi lilin yang kan memberi keterangan. Karena aku suka semua, walau tanpa kepedulian terhadapku. Aku kan terus mencoba memberi cahaya dicelah-celah hitam. Demi sebuah kesetiaan, walau harus dengan pengorbanan.